View this post on Instagram
Dalam konsep sekolah fitrah, pengalaman belajar tidak hanya berada di ruang kelas, tetapi juga di alam yang luas. Ketika langkah-langkah kecil anak-anak menapaki jalur menuju Gunung Lawe, mereka sesungguhnya sedang membaca ayat-ayat Allah yang terbentang di pepohonan, di aliran sungai yang jernih, dan di langit yang megah. Trecking semacam ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi tadabbur ayat—sebuah proses mengenal kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.
Setiap tanjakan mengajarkan mereka arti sabar. Setiap rasa lelah mengajarkan ketangguhan. Di sela-sela napas yang terengah, mereka belajar bahwa kehidupan pun penuh tantangan, dan kesabaran adalah kunci untuk melaluinya. Nilai-nilai inilah yang menjadi inti dari sekolah selaras fitrah, yaitu menumbuhkan karakter dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori.
Melalui kebersamaan selama perjalanan, tumbuhlah kasih sayang, empati, dan tanggung jawab. Mereka saling menolong saat teman terpeleset, saling menyemangati ketika kaki mulai lelah, dan saling menjaga agar tetap bersama. Semua itu sesuai dengan visi sekolah berbasis minat dan bakat, di mana pembelajaran dirancang memberi ruang bagi perkembangan sosial, emosional, sekaligus fisik anak sesuai fitrahnya masing-masing. Ada anak yang kuat fisiknya, ada yang pandai mengatur ritme kelompok, ada pula yang menguatkan dengan kata-kata baik—semua bakat itu muncul secara alami selama kegiatan.
Setiap hembusan angin, debu jalan, dan suara burung seolah memberikan pesan bahwa hidup penuh ujian kecil yang harus dihadapi dengan hati lapang. Dan ketika akhirnya puncak Gunung Lawe dijejak, anak-anak merasakan keindahan yang menjadi hadiah bagi hati yang bersabar dan bersyukur. Mereka belajar bahwa puncak bukanlah simbol kemenangan atas gunung, tetapi kemenangan atas diri sendiri.
Trecking ini bukan sekadar aktivitas luar ruang. Ia adalah perjalanan spiritual—menaklukkan diri, menumbuhkan adab, menguatkan iman, dan menyadari bahwa setiap langkah hidup memiliki makna jika ditempuh dengan kesadaran dan syukur. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat: 20–21, “Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Dengan pendekatan pendidikan berbasis fitrah, kegiatan alam seperti ini menjadi cara yang indah untuk menjadikan anak bukan hanya cerdas, tetapi juga beradab, bersyukur, dan kuat menghadapi perjalanan hidupnya.




