Dalam dunia pendidikan anak, belajar tidak seharusnya hanya tentang mengejar angka dan hafalan. Anak-anak perlu mengalami ilmu, merasakannya dengan hati, tubuh, dan jiwa. Inilah yang menjadi semangat utama Sekolah fitrah, sebuah pendekatan pendidikan yang menempatkan fitrah anak sebagai poros utama pembelajaran. Semangat inilah yang tampak nyata dalam kegiatan Library Adventure: Menyusuri Jalan Ilmu yang dilaksanakan di Adzkia Banjarnegara.

Sebagai Sekolah berbasis fitrah, Adzkia Banjarnegara memulai setiap proses belajar dengan menata jiwa anak. Kegiatan diawali dengan grounding, sebuah aktivitas sederhana namun bermakna: anak-anak diajak menapak bumi, mengunduh energi dari alam, dan menyadari kebesaran ciptaan Allah. Aktivitas ini membantu anak lebih tenang, fokus, dan siap menerima ilmu dengan hati yang lapang.

Setelah itu, anak-anak melaksanakan salat dhuha bersama. Inilah ciri khas Sekolah selaras fitrah, yaitu menyatukan iman dengan aktivitas belajar. Salat bukan sekadar rutinitas, melainkan cara menanamkan kesadaran bahwa ilmu adalah karunia Allah, dan setiap langkah pencarian ilmu perlu disertai niat yang lurus. Sejak dini, anak belajar bahwa belajar adalah bentuk ibadah.

Perjalanan menuju perpustakaan bukan sekadar perpindahan tempat. Setiap langkah menjadi latihan adab: berjalan tertib, saling menunggu, berbicara dengan santun, dan menjaga lingkungan. Inilah pembelajaran kontekstual khas Sekolah fitrah, di mana nilai adab tidak diajarkan lewat ceramah panjang, tetapi melalui pengalaman langsung.

Di dalam perpustakaan, anak-anak berinteraksi dengan rak-rak buku yang menjadi jendela dunia. Mereka belajar membaca, menulis, mengamati, dan berdiskusi sederhana. Namun lebih dari itu, mereka belajar bahwa ilmu bukan hanya teks di halaman buku, melainkan cahaya yang menuntun cara berpikir dan bersikap. Di sinilah fitrah bernalar anak dirangsang secara alami dan menyenangkan.

Kegiatan membaca dan menulis dipadukan dengan refleksi sederhana, sesuai usia anak. Guru berperan sebagai pendamping, bukan pusat perhatian. Pendekatan ini menunjukkan praktik nyata Sekolah berbasis fitrah, di mana guru membantu anak menemukan makna, bukan sekadar memberikan jawaban.

Grounding, doa, berjalan, membaca, dan menulis berpadu dalam satu rangkaian utuh. Anak-anak belajar bahwa menuntut ilmu tidak terpisah dari adab dan iman. Inilah nilai utama yang terus ditanamkan di Adzkia Banjarnegara sebagai Sekolah selaras fitrah.

Karena sejatinya, ilmu tanpa adab akan terasa hampa, dan adab tanpa iman tidak akan berakar kuat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna seperti Library Adventure, Sekolah fitrah membuktikan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang memanusiakan anak sesuai fitrahnya: beriman, beradab, dan cinta ilmu.

Leave a Comment