Awal Perjalanan Panjang: Menapaki Pendidikan Berbasis Fitrah di SD ADZKIA

Hari pertama masuk sekolah selalu menghadirkan cerita baru. Di halaman SD ADZKIA, langkah-langkah kecil yang penuh semangat tampak memenuhi pagi. Anak-anak kelas 1 menengok kanan kiri sambil menggenggam tangan ibunya, sebagian lain berlari kecil mencari teman baru, dan ada pula yang masih diam menyerap suasana. Para guru menyambut dengan senyum dan pelukan hangat, seolah berkata, “Selamat datang di rumah belajar kehidupanmu yang baru.”

Inilah gambaran bagaimana sekolah fitrah bekerja: mengawali perjalanan pendidikan dengan kasih sayang, penerimaan, dan pemahaman terhadap perkembangan alami anak. Pada usia 7 tahun, mereka memasuki gerbang tamyiz, masa ketika kemampuan membedakan benar dan salah mulai tumbuh. Di sinilah konsep sekolah berbasis fitrah menemukan perannya, yaitu mengembangkan keunikan setiap anak dari dalam, bukan memaksakan dari luar.

Selama MPLS, anak-anak belajar hidup bersama melalui kegiatan yang dirancang penuh makna: membersihkan kelas bersama, outbound yang memperkuat hubungan kakak-adik kelas, memilih pengurus kelas, hingga membuat kesepakatan belajar. Aktivitas ini bukan sekadar seru-seruan, melainkan bagian dari pendekatan sekolah berbasis minat dan bakat yang percaya bahwa karakter, adab, dan kemandirian tumbuh melalui pengalaman nyata. Anak belajar menjadi manusia utuh—secara sosial, emosional, spiritual, dan kognitif.

Untuk siswa kelas atas, tantangan berkembang lebih jauh. Program Latihan Kepemimpinan bersama TNI Kodim Banjarnegara menjadi proses pembentukan mental dan adab menuju usia baligh. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, serta memimpin bukan karena diminta, tapi karena memahami bahwa amanah adalah bagian dari perjalanan hidup. Pendekatan ini sangat sejalan dengan prinsip pendidikan berbasis fitrah yang menumbuhkan jiwa kepemimpinan secara alami, sesuai tahap tumbuh kembang anak.

Wahai anak-anak tangguh, langkah-langkah kecil kalian hari ini sebenarnya sedang menapaki takdir besar. Mungkin yang kalian bawa hanya sapu, lembar kontrak kelas, atau kaos olahraga. Namun sesungguhnya, kalian sedang membawa misi kehidupan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang ia pimpin.” (HR. Bukhori Muslim)

Dengan pendekatan fitrah, minat, dan bakat, sekolah bukan lagi tempat menghafal pelajaran, tetapi ruang tumbuh menjadi manusia seutuhnya. Dan perjalanan panjang itu… dimulai dari satu langkah kecil di hari pertama sekolah.

Leave a Comment