Pendidikan anak sejatinya tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup yang akan menemani mereka hingga dewasa. Inilah yang menjadi prinsip utama Sekolah fitrah, yaitu pendidikan yang menumbuhkan potensi anak secara utuh: akal, fisik, emosi, dan spiritual. Salah satu praktik nyata dari prinsip tersebut terlihat dalam kegiatan Basic Fun Cooking di Adzkia Banjarnegara.
Sebagai Sekolah berbasis fitrah, Adzkia Banjarnegara meyakini bahwa dapur adalah ruang belajar yang kaya makna. Melalui kegiatan memasak sederhana, anak-anak dikenalkan bahwa memasak bukan sekadar aktivitas rumah tangga, melainkan keterampilan hidup yang penting. Sejak dini, mereka belajar bahwa menyiapkan makanan sendiri adalah bentuk kemandirian dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Dalam kegiatan Basic Fun Cooking, anak-anak diajak memasak lauk sederhana dengan langkah-langkah yang mudah dan aman. Guru berperan sebagai pendamping yang memberi arahan, bukan mengambil alih. Anak-anak belajar menyiapkan bahan, mengikuti urutan memasak, hingga menyajikan hasil masakan mereka. Proses ini dirancang agar anak menikmati setiap tahapan, bukan hanya berfokus pada hasil akhir.

Pendekatan ini mencerminkan nilai utama Sekolah selaras fitrah, yaitu menghargai proses belajar anak sesuai tahap perkembangannya. Anak tidak dituntut sempurna, tetapi diajak mencoba, berani salah, dan belajar memperbaiki. Dari sinilah kepercayaan diri anak tumbuh secara alami.
Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi latihan kecil tentang tanggung jawab. Anak memahami bahwa makanan yang mereka makan membutuhkan usaha, ketelitian, dan kesabaran. Mereka juga belajar menjaga kebersihan, bekerja sama, serta mematuhi aturan keselamatan. Semua ini merupakan bagian dari pendidikan adab yang menjadi ciri khas Sekolah fitrah.
Nilai penting lainnya yang ditanamkan adalah rasa syukur. Anak-anak diajak menyadari bahwa bahan makanan yang mereka olah adalah rezeki dari Allah. Dengan memasak sendiri, anak lebih menghargai makanan dan tidak mudah menyia-nyiakannya. Inilah pembelajaran spiritual yang sederhana namun bermakna, khas Sekolah berbasis fitrah.
Adzkia Banjarnegara juga menanamkan pemahaman bahwa memasak bukanlah tugas berdasarkan gender. Baik anak laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar memasak. Karena sejatinya, memasak adalah keterampilan hidup yang akan menemani langkah mereka kelak, di mana pun mereka berada.
Melalui Basic Fun Cooking, Adzkia Banjarnegara menunjukkan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mempersiapkan anak untuk kehidupan nyata, tanpa kehilangan nilai iman dan adab. Inilah wujud nyata Sekolah selaras fitrah, yang memadukan kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran spiritual dalam satu aktivitas sederhana.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Makanlah dari rezeki yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah.”
(QS. An-Nahl: 114)
Dengan kegiatan seperti ini, Sekolah fitrah tidak hanya mengajarkan anak apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa hal itu penting bagi kehidupan mereka di masa depan.





